Pada kunjungan 5 hari di Bangladesh, ada seorang rekan menerima SMS dari Indonesia “Mencari apa di Bangladesh, apakah tidak ada negara lain yang dapat dikunjungi sebagai tempat belajar selain Bangladesh yang sudah jelas merupakan International Basketplace?” Istilah International Basketplace ini dikenalkan Robert McNamara, ketika itu Presiden Bank Dunia, untuk menggambarkan contoh kemiskinan yang sangat parah. Memang benar kebanyakan orang merasa hanya dapat belajar dari masyarakat/bangsa yang sudah lebih maju, dan lebih kaya dari kita, dan bagaimana kita dapat belajar untuk menuju ke sana. Namun yang lebih benar, proses kemajuan negara-negara industri maju banyak yang tidak serta merta bisa kita tiru, sedangkan dari negara-negara yang masih “di belakang kita” kita justru dapat lebih banyak belajar untuk menghindari hal-hal dan kebijakan-kebijakan keliru yang dilakukan negara-negara yang masih terbelakang tersebut.
Bangladesh dengan penduduk 132 juta orang dewasa ini adalah negara berpenduduk terbesar nomor 8 di dunia. Negara yang baru 33 tahun merdeka ini (dari Pakistan 1971) dilaporkan berpendapatan perkapita US$380 dengan penduduk miskin sekitar 50% dari jumlah penduduk keseluruhan.
Bangladesh adalah “simbol kemiskinan Asia” sehingga “pakar kemiskinan” seluruh dunia merasa “belum pakar” jika belum datang atau mempelajari masalah kemiskinan negara ini. Dari berbagai masalah tentang kemiskinan di Bangladesh, microcredit atau microfinance adalah salah satu yang paling menonjol. Bangladesh dianggap sebagai negara tempat kelahiran “ilmu kredit mikro” (microcredit science) berbentuk Bank Perdesaan, atau dalam bahasa Bengali Grameen Bank, yang dirintis oleh Profesor Muhammad Yunus. Grameen Bank (GB) kini menjadi simbol keberhasilan atau kunci sukses program penanggulangan kemiskinan yang selanjutnya ditiru/direplikasi di berbagai negara termasuk Indonesia.
Kiranya tidak diragukan lagi bahwa jika kita di Indonesia bertekad memberantas kemiskinan dan “pengangguran”, kata “pengangguran” harus diberi tanda kutip karena “pengangguran” kita sangat berbeda dengan konsep pengangguran di buku-buku teks, kita harus tinggalkan semua konsep-konsep Barat dan diganti dengan konsep-konsep kita sendiri.
Perubahan mindset (cara pandang/kerangka berpikir/paradigma) yang kini sangat diperlukan bagi pemecahan masalah-masalah sosial-ekonomi bangsa Indonesia merupakan kebutuhan mutlak dewasa ini, dan ini harus dipimpin oleh para “ekonom sosial”, yaitu ekonom yang telah mengaku dosa atas pemikiran-pemikiran, perilaku, dan tindakan-tindakan “keblinger” di masa lalu yang semata-mata bersumber pada pemikiran-pemikiran ekonomi Neoklasik Barat. Pemikiran-pemikiran ekonomi baru yang kami sebut dengan nama Ekonomi Pancasila adalah ekonomi pasar yang Pancasilais, yang bermoral Ketuhanan Yang Maha Esa, bermoral kemanusiaan yang adil dan beradab, bermoral nasionalisme/kebangsaan, bermoral kerakyatan, dan semuanya diarahkan pada upaya-upaya serius menuju terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Belajar Mengatasi Kemiskinan dari Negara Miskin Bangladesh
Label: artikel singkat
Timnas Argentina dan Filsafat Pembagian Kerja
(Peran Sepakbola Dalam Meruntuhkan Paham Individualis)
Disaat saya menonton pertandingan sepak bola Piala Dunia grup B, tanggal 12 Juni 2010 Pukul 21.00 WIB di RCTI, antara timnas Argentina melawan timnas Nigeria dengan skor akhir 1-0 untuk kemanangan timnas Argentina. Saya begitu terkesima dengan gaya permainan yang ditampilkan oleh para pemain Argentina, dalam melawan timnas raksasa Afrika atau yang disebut juga dengan julukan Super Eagles. Setiap individu atau pemain saling membantu satu sama lain lewat operan kaki perkaki. Sehingga, betul-betul tidak hanya menguasai bola, namun juga menguasai medan lapangan. Dengan sendirinya, menguasai permainan selama 2×45 menit dalam tanda kutip. Dengan gaya permainan bola yang mengutamakan kebersamaan dan gotong royong ditambah dengan skill spesialiasasi individu yang hidup dan kuat. Baik, spesialisasi di lini pertahanan, tengah dan depan. Kesemua lini tersebut membuat timnas Argentina begitu kuat dan sulit ditaklukkan.
Dengan gaya permainan bola yang memikat dan membuat pemain lawan terlena. Membuat saya teringat dengan ide pembagian kerja yang digagas oleh Ibnu Khaldun (1332 M – 1406 M) dan kemudian dikembangkan oleh Adam Smith (1723-1790 M). Dengan kemampuan atau skill yang terspesialisasi dari setiap individu, dan masing-masing individu memainkan perannya masing-masing dengan baik dan saling mendukung. Yang merupakan inti dari pembagian kerja, dimana sejumlah individu saling bekerja sama atau berkoorporasi dalam menciptakan karya, barang atau jasa. Dibandingkan dengan seorang individu yang memiliki skill yang hanya bekerja sendiri, tentu jauh berbeda hasilnya dibandingkan dengan individu-individu yang melakukan kerja dengan cara berkoorporasi atau bekerja sama.
Adam Smith mencontohkan seorang individu dalam memproduksi peniti, dikerjakan dengan sendirian dalam sehari hanya menghasilkan beberapa batang peniti. Tetapi, ketika individu yang memiliki skill, dididik untuk dispesialisasikan ke dalam bidangnya masing-masing dalam memproduksi peniti dan bekerja secara koorporatif. Maka, hasilnya dengan sembilan individu saja bisa memproduksi peniti hingga mencapai 12 pound atau kira-kira 48.000 peniti dalam sehari. Dan, Ibnu Khaldun empat ratus tahun sebelum lahirnya Adam Smith, telah menjelaskan bahwa seorang individu tidak akan mampu untuk memproduksi untuk kebutuhannya sendiri. Bahkan, untuk sepotong roti yang ia konsumsi sendiri, seorang individu bila hanya bekerja sendirian, maka ia tentu tidak akan mampu memproduksinya.
Dengan demikian, individu yang memiliki talenta dan skill sebagus Lionel Messi (24 Juni 1987) pun tidak akan mungkin membawa timnas Argentina menjadi juara Piala Dunia nanti. Kecuali dengan kerjasama yang baik antar 11 pemain yang berlaga baik yang berposisi di lini pertahanan, tengah, dan depan. Begitu pula, dengan tim-tim sepakbola lainnya. Jika ngin menjadi juara harus memiliki kerjasama tim dan skill talenta bermain di masin-masing lini. Dimana, kerjasama antar pemain mencerminkan karakteristik pembagian kerja.
Dan, sebagaimana yang dikatakan Messi dalam FIFA.COM 14 Juni 2010 lalu bahwa “Saya bukanlah satu-satunya pemian yang dibutuhkan dalam tim. Akan tetapi, teman-teman satu tim saya semuanya dibutuhkan.” Lanjut ia, timnas ini tidak bergantung pada saya, kami memiliki banyak pemain yang dapat menentukan sebuah permainan.”
Oleh karena itu, sikap individualis dalam sebuah tim kesebelasan sepakbola malah akan merusak dan akan menjadi boomerang bagi tim itu sendiri. Sehingga, merusak filsafat pembagian kerja yang ada didalam permainan sepak bola. Dan, Lionel Messi (pemain terbaik dunia 2009, peraih penghargaan Ballon d’Or 2009, dan telah membawa dua kali Barcelona menjadi juara Liga Champions Eropa tahun 2006 dan 2009), mengakui bahwa “Saya tergantung pada para pemain tengah untuk menggiring bola kedepan, agar saya dapat menciptakan banyak peluang gol.” Dengan pengakuan ini, secara otomatis Messi ingin mengatakan bahwa ia sepakat dengan apa yang digagas oleh Ibnu Khaldun bahwa Individu is Powerless.
http://hminews.com/news/timnas-argentina-dan-filsafat-pembagian-kerja/
Label: artikel singkat
E-procurement Cegah Kebocoran Anggaran
e-Procurement adalah proses pengadaan barang/jasa pemerintah yang pelaksanaannya dilakukan secara elektronik (berbasis web/internet). Proses pengadaan barang dan jasa dengan sistem e-procurement memanfaatkan fasilitas teknologi komunikasi dan informasi yang digunakan untuk mendukung proses pelelangan umum secara elektronik. Khusus untuk menangani PBJ dengan sistem ini, Pemerintah telah membuat Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) sebagai penyelenggaranya.
Dengan lelang sistem elektronik ini, maka intensitas pertemuan antara Panitia Pengadaan dengan peserta lelang dapat diminimalisir, sehingga praktik-praktik kotor yang seringkali mewarnai proses pengadaan barang dan jasa diharapkan dapat dicegah. Pencegahan kebocoran anggaran ini didukung dengan proses pelelangan yang hampir semuanya berbasis internet. Pengumuman lelang dan dokumen lelang dapat dilihat melalui internet begitu pula dengan hasil lelang, namun untuk penyampaian dokumen lelang memang tetap dilakukan secara manual.
Dengan basis web, Proses e-procurement dinilai mempunyai lebih banyak keunggulan dibandingkan proses lelang biasa. E-procurement membuka peluang penawaran yang lebih banyak karena aksesnya lebih mudah. Selain itu, proses administrasi lelang dapat dilaksanakan dengan lebih cepat dan sederhana, bahkan dapat menghemat biaya penggandaan dokumen pengadaan. Dan yang terakhir, Panitia Pengadaan dapat mempertanggungjawabkan proses pengadaan dengan lebih mudah. Dari sisi penyedia barang dan jasa, e-procurement bisa memperluas peluang usaha sehingga persaingan usaha pun semakin sehat. Pengusaha dimanapun berkesempatan untuk mengikuti lelang tanpa harus khawatir dengan biaya transportasi karena dokumen dapat diunduh melalui website LPSE.
Nah, selain proses lelangnya memudahkan pihak Panitia dan Penyedia Pengadaan, masyarakat luas pun dapat secara leluasa mengawasi pelaksanaannya agar kebocoran anggaran tidak lagi mewarnai proses pengadaan barang dan jasa. Selain dengan mekanisme e-procurement, Pemerintah terus berupaya menghilangkan kebocoran dengan mereformasi sistem pengelolaan keuangan secara transparan dan akuntabel sistem pembayaran dengan mekanisme langsung (LS) dan bekerjasama dengan aparat penegak hukum dalam pencegahan dan penanganan korupsi.
Khusus untuk Kementerian Keuangan saat ini, LPSE telah ditangani secara khusus oleh pejabat setingkat eselon II, di mana kemarin pada saat uji coba telah dirasakan manfaat efisisensi sebesar kurang lebih 20%. Untuk mengetahui lebih dalam tentang informasi dan kegiatan LPSE khusus Kementerian Keuangan, bisa berkunjung ke www.lpse.depkeu.go.id.
Label: artikel singkat
Kebijakan Untuk Perekonomian Indonesia 2010 Yang Berkualitas
“Pertumbuhan ekonomi dapat dikatakan berkualitas apabila pertumbuhan tersebut mampu menyediakan kesempatan kerja dalam jumlah besar dan memberikan pendapatan memadai bagi masyarakat, sehingga mereka mampu memenuhi kebutuhan dasarnya berupa pangan, sandang, perumahan, kesehatan, dan pendidikan”, kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR, Senin (2/1).
Usaha yang perlu dilakukan Pemerintah antara lain: Menciptakan lapangan kerja lebih banyak di sektor formal, peningkatan produktivitas tenaga kerja, dan berbagai program penanggulangan kemiskinan; Pembangunan infrastruktur untuk mendorong berkembangnya industri dalam negeri; Pengucuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna membantu UMKM agar mampu mengembangkan usahanya menjadi lebih baik.
Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan konsumsi rumah tangga bisa dilakukan melalui perbaikan kesejahteraan PNS dan Pensiunan melalui kenaikan gaji dan pemberian gaji ke-13, stimulus peningkatan lapangan kerja melalui pembangunan infrastruktur, pertanian dan energi, serta proyek padat karya.
Selain itu, pemerintah juga mengupayakan untuk meneruskan dan meningkatkan program kesejahteraan rakyat, diantaranya adalah: Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) perdesaan dan perkotaan dan program Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus, penyediaan subsidi beras untuk masyarakat miskin (raskin), program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), program keluarga Harapan (PKH), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan berbagai subsidi lainnya. Konsumsi pemerintah juga akan diarahkan untuk mendukung anggaran pendidikan, melanjutkan reformasi birokrasi, dan menjaga kesinambungan program prioritas BOS, PNPM, Jamkesmas, dan PKH.
Sementara untuk kebijakan perdagangan luar negeri akan difokuskan pada penguatan daya saing ekspor yang dititikberatkan pada upaya untuk peningkatan diplomasi perdagangan, pengembangan ekspor, dan peningkatan fasilitasi perdagangan.
Label: artikel singkat
Upaya Pemerintah Mencapai Kesinambungan Fiskal
Merujuk kondisi perekonomian Indonesia beberapa tahun terakhir, Indonesia sedang bergerak menuju pada arah kemandirian. Beberapa langkah pemulihan ekonomi pasca krisis ekonomi 1998 telah dijalankan, salah satu di antaranya adalah dengan keluarnya Indonesia dari keanggotaan IMF.
Dalam keadaan seperti ini, kesinambungan fiskal (fiscal sustainability) menjadi hal yang cukup menjadi perhatian dalam perekonomian Indonesia. Anggaran fiskal dikatakan berkesinambungan jika hingga jangka waktu yang tak terhingga, rasio penerimaan dan aset (atau utang) pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) minimal mampu membiayai total pengeluaran pemerintah per PDB. Artinya, secara umum kesinambungan fiskal akan diperoleh ketika terjadi keseimbangan antara sisi pendapatan negara dan belanja negara dan jika terjadi defisit anggaran maka dituntut untuk kebijakan pembiayaan yang efektif.
Pembahasan kesinambungan fiskal tentu erat kaitannya dengan APBN. Untuk itu Pemerintah selalu berupaya secara optimal mengarahkan APBN untuk melanjutkan langkah-langkah konsolidasi fiskal demi mencapai kesinambungan fiskal. Terdapat dua langkah strategis yang diupayakan Pemerintah menuju kesinambungan fiskal, yaitu menurunkan defisit APBN secara bertahap menuju kondisi seimbang atau surplus dan melakukan manajemen pembiayaan anggaran yang optimal, efisien, dan efektif. Penurunan defisit APBN dimaksudkan agar tambahan beban pembiayaan, yang terutama berasal dari utang, dapat dikurangi sehingga secara bertahap rasio utang Pemerintah terhadap PDB menjadi semakin berkurang. Sementara itu, pengelolaan pembiayaan anggaran lebih diutamakan kepada pembiayaan dari utang dalam negeri dan luar negeri, dengan pengelolaan yang sesuai kebijakan untuk menjaga kesinambungan fiskal.
Penurunan defisit APBN dilakukan dari berbagai sisi, baik dari sisi belanja maupun sisi pendapatan. Dari sisi belanja, Pemerintah berupaya terus meningkatkan efisiensi dan efektivitas belanja negara khususnya yang melalui belanja K/L guna mendukung program-program prioritas Pemerintah terutama pengentasan kemiskinan, pengurangan pengangguran, dan perbaikan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan dari sisi pendapatan, Pemerintah berupaya meningkatkan pendapatan negara baik penerimaan pajak maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP) melalui ekstensifikasi dan intensifikasi dengan tetap menjaga kelangsungan dunia usaha.
Untuk mendukung penurunan tingkat defisit ini, Pemerintah selalu berusaha menjaga defisit kumulatif APBN dan APBD dalam batas yang manageable di bawah 3 persen sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Untuk membiayai defisit APBN, Pemerintah secara bertahap merubah kebijakan pembiayaan dengan mempertimbangkan sumber-sumber pembiayaan yang berisiko rendah, kemampuan membayar pinjaman, dan kemampuan menyerapnya.
Label: artikel singkat
Rahasia Gagal Bisnis Internet
Sejak masih mahasiswa sampai dengan sekarang banyak rekan-rekan saya yang belajar untuk memperoleh penghasilan dari Internet melalui bisnis jual beli produk, ataupun mencari sejumlah komisi dari affiliate dan ada juga yang mencari pendapatan dari iklan.
Namun, begitu sudah 2 bulan menjalani bisnis tersebut banyak yang mulai mundur karena mengalami kegagalan atau tidak memperoleh hasil sesuai dengan harapan yang mereka lihat dari para pemilik website yang sukses. Hal ini mungkin juga dialami oleh sebagian banyak orang yang mencoba berbisnis di Internet.
Walaupun saya tidak terlalu masuk ke dalam bisnis di Internet, karena fokus di perusahaan, saya jadi etrtarik untuk menganalisa masalah mereka. Dari website mereka yang saya kunjungi banyak yang menurut saya masih kurang, di antaranya:
1. Content Tidak Unik
Membuat content yang tidak unik membuat terjadinya persaingan keras dalam memperoleh trafik, menjadikan website baru menjadi tersingkir dari persaingan dan tidak memperoleh trafik.
2. Tidak Memiliki Banyak Content
Saya umpamakan saja, misalnya tiap satu postingan minimal akan dikunjungi 1 orang per hari, maka jika website kita hanya berisi 10 postingan pengunjungnya juga akan sedikit (10 orang per hari). Lain halnya jika terdapat ribuan bahkan jutaan postingan yang bermutu, maka jika diakumulasi akan banyak yang mengunjungi.
3. Double Posting/Copy Paste
Ini memang masih berhubungan dengan content yang tidak unik, tetapi lebih disebabkan karena mengcopy dari website atau artikel di website lain. Selain tidak baik karena masalah pelanggaran hak cipta (jika dicopy tanpa ijin pemilik artikel), juga tidak baik karena membuat trafik kunjungan ke website terbagi dengan sumber artikel asli.
4. Tidak Rutin Menulis
Menulis memang memerlukan mood, tapi jika tidak rutin melakukan posting akan membuat pengunjung jarang mengecek website kita. menulislah secara rutin, misalnya tiap hari, tiap 2 hari sekali, atau bisa tiap minggu. Semakin sering dan rutin anda membuat artikel yang baik, maka semakin besar potensi website kita untuk dikunjungi karena pengunjung ingin melakukan cek jika ada posting terbaru.
5. Individualistis
Tanpa komunitas, website kita akan sulit untuk memiliki trafik. Komunitas bisa terdiri dari komunitas sesama webmaster maupun komunitas pengunjung. Komunitas webmaster diperlukan untuk saling berbagi tips dan trik dalam menjadi webmaster maupun berbagi link untuk bisa saling mempromosikan website. Komunitas pengunjung jelas diperlukan karena dari merekalah trafik website bisa diperoleh.
6. Kurang Ulet
Trafik tidak bisa datang tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, apalagi dari webmaster baru yang tidak melakukan promosi. Ada yang cepat maupun lambat. Kadang bisa memerlukan waktu mingguan, bulanan, maupun tahunan. Jadi bersabar saja.
Masih banyak lagi hal yang membuat seorang webmaster gagal dalam membangun websitenya, hal-hal yang saya tulis di atas hanya sebatas pengamatan singkat saya terhadap teman-teman di sekitar saya. Ada tambahan?
Label: artikel singkat
Marketing Mixed Pada BUMN dan BUMD
Dalam pemasaran terdapat empat prinsip dasar yang terdiri 4P yaitu: Product (produk), Price (harga), Place (tempat) termasuk di dalamnya adalah distribusi dan terakhir Promotion (promosi). Metode ini yang dikenal dengan Bauran Pemasaran (Marketing Mix). Dalam perkembangannya, untuk layanan jasa dikenal juga istilah 7 P dimana 4 P pertama adalah Product, Price, Place, dan Promotion. Untuk 3 P yang selanjutnya adalah Bukti Fisik (Physical Evidence), Proses (Process) dan Orang (People).
Marketing Mix
Dalam BUMN, terutama perusahaan BUMN yang go public, kombinasi marketing mix ini menjadi salah satu strategi untuk memenangkan pasar, karena persaingan antar perusahaan dalam memperebutkan hati konsumen menjadi lebih ketat.
Namun demikian, dari apa yang saya lihat pada BUMD yang ada di daerah, tidak sedikit yang belum melakukan optimalisasi marketing mix untuk dapat mengembangan Perusahaan Daerah. Sebagai contoh adalah marketing mix pada PDAM. Kurangnya persaingan dan cenderung adanya monopoli penyediaan infrastruktur air bersih di suatu daerah membuat kualitas air dan layanan yang diberikan oleh PDAM kurang terjadi peningkatan. Jika di luar negeri sana air PAM bisa langsung diminum, di sini (Kulon Progo dan Sleman) boro-boro bisa diminum, saya mau mencuci gelas saja bau kaporitnya sangat menyengat seperti air kolam renang.
Mungkin apabila swasta diijinkan masuk ke bisnis penyaluran air bersih maupun listrik, maka kondisi ini akan bisa menggugah perusahaan daerah untuk bangun dan bersaing dengan layanan-layanannya. Dengan persaingan layanan, maka yang akan diuntungkan adalah konsumen. Saat ini yang saya lihat BUMD atau Perusahaan Daerah yang sudah menggenjot pelayanannya adalah Bank Pembangunan Daerah yang saling berlomba untuk menjadi juara dalam pelayanan kepada nasabah.
Label: artikel singkat
Suatu catatan untuk (R)UU APBN 2010
Lahirnya pemikiran para anggota DPR, khususnya Panitia Anggaran, yang memposisikan bahwa piutang bermasalah bank-bank BUMN masuk ke dalam ranah korporasi akan membuat para bankir yang mengawaki bank-bank plat merah tersebut dapat bernapas lega. Pasalnya, kendala yang selama ini dihadapi bank-bank tersebut dalam melakukan hapus tagih piutang bermasalah akan segera sirna sudah. Dengan demikian, bank-bank plat merah tersebut tidak lagi harus menyisihkan cadangan dalam neracanya yang jumlahnya lumayan besar yang mengakibatkan kinerja keuangan mereka kurang efisien, sehingga melemahkan daya saing mereka terhadap bank-bank swasta.
Konon, dengan dituangkannya klausula tersebut dalam salah satu pasal (R)UU APBN 2010, ke depan bank-bank BUMN tidak lagi harus menunggu proses birokrasi di Kementrian Keuangan yang sangat lama dan tidak memberikan kepastian bila harus menghapuskan piutang bermasalah. Selanjutnya, dengan diberlakukannya ketentuan dalam (R)UU APBN 2010 dimaksud penyelesaian kredit macet di bank-bank BUMN akan tunduk pada UU No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN.
UU APBN sebagai acte condition
Sudah pasti, langkah tersebut kemudian mendapat response positif dari berbagai pihak. Yang jelas, bukan saja dari para bankir plat merah itu sendiri, melainkan juga dari kalangan pengamat ekonomi maupun pengamat hukum yang memandang keputusan tersebut sangat cerdas, dan merupakan terobosan yang mampu memecahkan kebekuan dan ketidakpastian hukum, khususnya di bidang pengelolaan keuangan negara.
Lebih jauh lagi, kita semua seharusnya memang patut bergembira bahwa pada akhirnya, di ujung masa baktinya, para anggota DPR dapat memahami konsep dasar yang terkandung dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, khususnya pemikiran dichotomis tentang negara sebagai otoritas dan negara sebagai individu dengan konsekuensi pembedaan kekayaan negara dalam kekayaan negara yang tidak dipisahkan (yang dikelola melalui sistem APBN) dan kekayaan negara yang dipisahkan. Suatu identifikasi yang selama ini ternyata tidak mudah dipahami oleh berbagai pihak, terutama dengan adanya kepentingan masing-masing.
Namun demikian, tanpa bermaksud mengurangi apresiasi terhadap langkah cerdas yang telah diambil para anggota Dewan tersebut di atas, tampaknya ada hal mendasar yang perlu diperhatikan. Konkritnya, penempatan keputusan Panitia Anggaran DPR tentang piutang bermasalah bank BUMN ke dalam ranah korporasi dalam Undang-undang APBN Tahun 2010, ditinjau dari aspek hukum, bukanlah tindakan yang tepat.
Para anggota Dewan dan juga berbagai pihak, seharusnya memahami bahwa undang undang APBN bukanlah undang-undang dalam arti sebenarnya. Kendati tidak dapat dipungkiri bahwa undang-undang APBN adalah produk lembaga legislatif bersama lembaga eksekutif, sejak awal lahirnya pemikiran tentang Keuangan Negara di Eropa, para ahli Keuangan Negara berpendapat bahwa undang-undang anggaran pendapatan dan belanja negara hanyalah merupakan acte condition yang dapat diartikan kurang lebih sebagai ketentuan yang bersifat penetapan (beschiking). Memang, bila dicermati, secara substantif undang-undang APBN hanyalah merupakan penetapan tentang apa-apa yang telah disepakati oleh lembaga eksekutif bersama lembaga legislatif. Penetapan tentang apa yang harus dikerjakan oleh pemerintah dalam suatu periode tertentu. Atau, dalam terminologi yang lebih spesifik, merupakan penetapan pemberian kewenangan parlemen kepada pemerintah.
Dalam kedudukannya sebagai acte condition inilah seringkali undang-undang APBN disalahartikan oleh berbagai pihak selama ini. Undang-undang APBN selalu dipersepsikan dan diperlakukan sebagai lex spesialis bila dihadapkan dengan undang-undang pada umumnya yang bersifat pengaturan (acte regle). Padahal perlakuan tersebut tidak memiliki dasar pijak maupun relevansi dari sudut konsepsi.
Perppu sebagai alternatif
Pertanyaan mendasar yang mungkin bermanfaat untuk dikemukakan terkait dengan masalah tersebut di atas adalah, apakah undang-undang yang bersifat penetapan dapat merubah undang-undang yang bersifat pengaturan ? Atau dengan kata lain, apakah acte condition dapat merubah acte regle ? Secara pasti, jawabannya adalah tidak. Bila demikian halnya, klausula yang dituangkan dalam pasal 4 (R)UU APBN 2010 yang secara substantif akan merubah pasal 8 Undang-undang No. 49 Tahun 1960 tentang Piutang Negara yang mengecualikan bank-bank BUMN untuk melakukan hapus tagih piutangnya seperti halnya perusahaan negara pada umumnya, tidaklah dapat dibenarkan. Atau, dalam istilah yang lebih populer, keputusan para anggota Dewan tersebut adalah ilegal.
Terkait dengan itu, langkah-langkah yang akan diambil oleh Menteri Keuangan sebagai operasionalisasi ketentuan yang ditetapkan oleh DPR dalam UU APBN 2010 mendatang juga merupakan tindakan ilegal, karena bertentangan dengan undang-undang yang masih berlaku, yaitu Undang-undang No. 49 Tahun 1960.
Kali ini Pemerintah, khususnya Menteri Keuangan sebagai pelaksana (executing agency), harus benar-benar memikirkan akibat yang mungkin terjadi. Bukan hanya terbuai oleh kewenangan, akan tetapi legalitas dari tindakan itu sendiri harus menjadi pertimbangan utama. Jangan sampai kasus-kasus yang terjadi dalam penanganan masalah BPPN ataupun Bank Century yang hingga kini masih menyisakan masalah akan terulang kembali.
Namun, apapun yang terjadi, pemikiran yang dikembangkan para anggota Dewan tersebut perlu disambut gembira dengan antusiaisme yang memadai. Hanya saja, mungkin dari segi format perlu difikirkan kembali. Bila memang demikian halnya, apakah penerbitan Perppu oleh pemerintah bukan mungkin lebih dapat dipertimbangkan ?
Label: artikel singkat
Investasi Emas
Emas memiliki posisi yang spesial di dalam sejarah manusia. Emas dicari sejak jaman purbakala dan merupakan salah satu logam yang pertama kali digunakan oleh manusia sebagai simbol harta, yang sangat menentukan bagaimana dan di mana posisi hidup seseorang. Banyak ‘kota hantu’ – ketika emas sudah habis, maka orang meninggalkan kota itu menjadi puing-puing.
Emas juga menjadi bahan pembicaraan utama pada banyak mitos dan legenda. Raja Midas, Raja Salomo adalah salah para pencari emas legendaris. Bahkan dongeng-dongeng yang menceritakan tentang telur emas atau harpa emas, dan banyak orang sering bercerita tentang kuali berisi emas di ujung pelangi. Bahkan saat ini suatu pencapaian prestasi dihargai dengan medali emas, yang mengasosiasikan kata emas dengan suatu ‘keagungan’ – seerti pada kata ‘golden rules’. Emas tetap masih menjadi logam yang sangat penting. Emas adalah properti yang unik.
Emas Batangan
Harga emas saat ini sedang melambung tinggi, sehingga menimbulkan pertanyaan apakah emas bisa dijadikan sebagai investasi yang paling aman. Namun demikian, tidak ada teori yang rasional yang bisa menjelaskan mengapa orang senang investasi di komoditi emas. Emas memiliki nilai rupiah karena kita semua percaya bahwa emas memiliki nilai, atau bisa dianggap bahwa hal ini adalah halusinasi kolektif. Hampir semua orang sependapat bahwa karakteristik emas adalah setara dengan uang/cash, kaena emas sejak dulu digunakan sebagai alat tukar, bahkan uang-uang yang beredar kebanyakan dibackup dengan persediaan emas dalam jumlah tertentu.
Faktor penentu harga emas tentu saja adalah supply dan demmand. Spekulasi komoditi emas sama saja dengan spekulasi komoditi lainnya. Namun yang membedakan adalah bahwa emas tidak dikonsumsi seperti minyak bumi dan batu bara. Kalau suplai minya bisa semakin menipis karena habis dibakar, sedangkan suplai emas akan semakin bertambah seiring dengan adanya penambangan emas.
Secara tradisional, emas merupakan simpanan berharga ketika kita tidak mempercayai kredibilitas pemerintah dalam mengatur kebijakan moneter. Dengan kondisi ekonomi yang tidak menentu, emas lebih stabil daripada uang. Namun dalam kondisi pasar yang tidak menentu dan situasi perdagangan komoditi internasional, investasi dan spekulasi di emas memiliki volatilitas tinggi dan tidak dapat diprediksi (baca: beresiko), karena para pemarin besar bisa melakukan manipulasi harga emas di pasaran dunia.
Menyimpan sebagian aset Anda dalam bentuk emas adalah sesuatu yang menurut saya bijaksana di pasar yang tidak menentu ini. Akan beresiko apabila Anda menyimpan seluruh aset Anda dalam bentuk emas saja, tetaplah pada prinsip don’t put your eggs in one basket, kecuali bagi Anda yang menyukai investasi dengan resiko tinggi (spekulasi) dan memilih emas sebagai investasi utama dan satu-satunya.
Label: artikel singkat
Menulis Bagi Diri Sendiri
Apa yang ada di hadapan kita dan apa yang ada di belakang kita, hanyalah hal-hal kecil bila dibandingkan dengan apa yang ada di dalam diri kita. (Oliver Wendell Holmes)
Kita memang hanya ingin menjelajah lewat pertanyaan-pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada diri kita sendiri. Mungkin, pada saat mempertanyakan keadaan diri kita, kita tidak harus menjawabnya. Kita membiarkan saja pertanyaan-pertanyaan itu hidup sendiri. Asalkan kemudian pertanyaan-pertanyaan itu kita tulis, tentulah pertanyaan-pertanyaan itu tidak akan hilang. Mereka akan tumbuh seiring dengan pertumbuhan seluruh fisik dan non fisik kita – terutama yang berkaitan dengan wawasan kita. Ada kemungkinan kita baru dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang diri kita itu ketika pertanyaan itu berusia puluhan tahun.
Bagaimana mungkin bahan dalam bentuk tulisan dapat menjadi hidup ? Yang hidup jelas bukan tulisan anda. Yang hidup dan bergerak adalah pikiran anda. Ya… pikiran anda setiap detik terus bergerak dan menjalar kemana-mana. Pikiran anda senantiasa berubah dari detik ke detik. Inilah hal yang perlu anda sadari ketika mengeluarkan pertama kali bahan-bahan tulisan anda dari dalam diri anda. Anda tidak harus kecewa apabila bahan pertama yang anda miliki berantakan dan tidak membentuk suatu gagasan yang jelas. Biarkan saja. Endapkan saja untuk beberapa waktu. Inilah yang perlu anda lakukan pada saat awal menulis.
Musuh terbesar manusia adalah keraguan dan ketakutan yang bersemayam di dalam dirinya. (William Wrigley Jr.)
Jika anda tidak meminta akan sesuatu, maka anda tidak akan mendapatkannya. (Mahatma Gandhi)
Mimpikan mimpi yang menjulang, dan jadilah seperti yang kau impikan. Visi yang kau miliki dalam hidup adalah janji seperti apa kau suatu hari nanti. Cita-cita yang kau miliki adalah ramalan yang akan kau ungkapkan pada akhirnya. (James Allen)
Siapa yang memiliki alasan untuk hidup akan sanggup mengatasi persoalan hidup lewat cara apapun. (Nietzsche)
Anda sedang menulis scenario yang tidak mungkin ditulis oleh orang lain. Sebuah cerita yang berkobar dalam diri anda adalah scenario yang “komersial”. Anda tidak menjadi penulis kelas dua di bawah siapapun. Anda menjadi yang terbaik bagi diri anda sendiri. Anda memiliki satu hal yang layak jual sebagai seorang penulis – sudut pandang anda. Sudut pandang anda adalah sebuah cara unik untuk melihat dunia berdasarkan seluruh pengalaman anda dan bagaimana anda merasakan dunia seputar anda. (Viki King)
Tidak ada manusia yang sama persis. Setiap manusia tentulah memiliki keunikan dan pengalaman sendiri-sendiri. Kita menjadi manusia karena kita memang berbeda dengan manusia yang lain.
Hasil – hasil riset dengan jelas menunjukkan bahwa kita belajar menulis lewat membaca. (Dr. Stephen D Krashen)
Apabila anak-anak membaca untuk kesenangan, apabila mereka terikat dengan buku, mereka akan memperoleh secara tidak sengaja dan tanpa usaha yang dilakukan dengan sadar, hampir semua hal yang disebut “keterampilan kebahasaan” yang sangat diperhatikan oleh banyak orang, mereka akan menjadi pembaca andal, mendapatkan banyak kosakata, mengambangkan kemampuan untuk memahami dan menggunakan susunan kalimat majemuk, mengembangkan gaya penulisan yang bagus, dan menjadi pengeja yang hebat (walau bukan sempurna). (Dr. Stephen D Krashen).
Saya tidak tahu siapa yang mengatakan bahwa para novelis membaca novel-novel karya orang lain hanya untuk membayangkan bagaimana mereka menulis. Namun, saya yakin perkataan ini benar. Kita tidak perlu kecewa dengan rahasia-rahasia yang ada dibalik permukaan buku. Kita harus membalik-balik buku untuk menemukan lapisan rahasia itu. Dalam satu cara yang tidak mungkin dijelaskan, kita mengurai buku menjadi bagian-bagian penting dan kemudian menyatukannya kembali setelah kita memahami misteri-misteri kerumitan personal di dalamnya. (Gabriel Garcia Marquez)
Sesungguhnya cara belajar yang baik untuk memulai menulis adalah dengan meniru teknik menulis orang lain. (Bertrand Russel)
Label: artikel singkat
Menulis Bisa Menyehatkan
Quantum dapat dipahami sebagai “interaksi yang mengubah energi menjadi pancaran cahaya yang dahsyat”. Dalam konteks belajar, Quantum dapat dimaknai sebagai “interaksi yang terjadi dalam proses belajar niscaya mampu mengubah pelbagai potensi yang ada di dalam diri manusia menjadi pancaran atau ledakan-ledakan gairah (dalam memperoleh hal-hal baru) yang dapat ditularkan (ditunjukkan) kepada orang lain”. Membaca dan menulis adalah salah satu bentuk interaksi dalam proses belajar.
Sebelum anda melakukan hampir segalanya dalam hidup anda, baik secara sadar maupun tidak, anda akan bertanya pada diri anda tentang pertanyaan penting ini, “apa manfaatnya bagiku?” (Bobbi De Porter)
Usahakanlah menulis setiap hari dan jangan pernah berhenti. Niscaya, kulit anda akan menjadi segar kembali akibat kandungan manfaatnya yang luar biasa. (Fatima Mernissi)
Menulis tentang hal-hal yang negative akan memberikan pelepasan emosional yang membangkitkan rasa puas dan lega. (James W Pennebaker)
Orang-orang yang menuliskan pikiran dan perasaan terdalam mereka tentang pengalaman traumatis menunjukkan peningkatan fungsi kekebalan tubuh dibandingkan dengan orang-orang yang menuliskan masalah-masalah remeh temeh. Menulis tentang pikiran dan perasaan terdalam tentang trauma yang mereka alami akan menghasilkan suasana hati yang lebih baik, pandangan yang lebih positif, dan kesehatan fisik yang lebih baik. (Dr, Pennebaker)
Menulis adalah hal yang mudah, bila anda ingin memulainya, semuanya harus dilakukan secara anonym dan dirahasiakan. Anda tidak usah terlalu memikirkan tata bahasa, ejaan, atau struktur kalimat. Kuncinya terserah pada anda, untuk menulis apa saja yang anda inginkan. Anda harus membebaskan diri anda untuk menulis dari hal-hal yang menakutkan anda. (Dr, Pennebaker)
Yang dibutuhkan untuk meraih segala angan anda dalam hidup ini, jawabannya ada pada diri anda sendiri. (Barbara De Angelis)
Paradigma adalah cara kita melihat dunia – bukan berkaitan dengan pengertian visual dari tindakan melihat, melainkan berkaitan dengan persepsi, memahami, dan menafsirkan. (Stephen R Covey)
Manfaat dari Menulis : Pertama, Menulis menjernihkan pikiran. Kedua, Menulis mengatasi trauma. Ketiga, Menulis membantu mendapatkan dan mengingat informasi baru. Keempat, Menulis membantu memecahkan masalah. Kelima, Menulis bebas membantu kita ketika kita terpaksa harus menulis. (Dr. Pennebarker
Label: artikel singkat
Sudah dewasakah sistem pendidikan kita?
Salah satu tujuan Pendidikan Nasional Dalam UU SisDikNas No.20 Tahun 2003, adalah melahirkan manusia yang bertanggung jawab. Seperti yang kita ketahui bersama sitem pendidikan tidak terlepas dari berbagai unsur yang ada, seperti Guru, siswa, kurikulum, manajemen, sarana dan Prasarana, kebijakan pemerintah dsb. Untuk melahirkan manusia yang bertanggung jawab tidaklah mudah. Manusia yang bertanggung jawab adalah profil manusia dewasa yaitu manusia yang dapat membedakan baik dan buruk, indah dan jelek, atau benar dan salah.
Jika melihat output (lulusan) pendidikan kita selama ini pendidikan di indonesia banyak melahirkan manusia yang belum dewasa. kenapa demikian ? Ini dapat kita lihat dari pigur-pigur pejabat yang ada. Pejabat sekarang korupsi, mementingkan diri sendiri dan Premaniseme adalah contoh dari produk pendidikan kita selama ini. Kita tahu bahwa korupsi adalah perbuatan tidak baik dan hanya anak-anak lah yang mungkin belum bisa menilai bahwa kaorupsi adalah perbuatan tidak baik. Itu adalah salah satu contoh bahwa pendidikan di Indonesia belum melahirkan manusia yang Bertanggung jawab.
Semoga Pendidikan Nasional kita ke depan bisa melahirkan manusia yang bertanggung jawab. Yang ketika sudah menjadi pejabat atau yang memegang kebijakan di negeri Indonesia punya hati nurani, tidak menjual aset negeri ini dan bekerja untuk mencerdaskan kehiduapan bangsa kembali.
Semoga..!
Label: artikel singkat
Sejarah Visual Basic
Bill Gates, pendiri Microsoft, memulai bisnis softwarenya dengan mengembangkan interpreter bahasa Basic untuk Altair 8800, untuk kemudian ia ubah agar dapat berjalan di atas IBM PC dengan sistem operasi DOS, Perkembangan berikutnya ialah diluncurkannya BASICA (basic-advanced) untuk DOS, Setelah BASICA, Microsoft meluncurkan Microsoft QuickBasic dan Microsoft Basic (dikenal juga sebagai Basic Compiler), Visual basic adalah pengembangan dari bahasa komputer BASIC (Beginner’s All-purpose Symbolic Instruction Code), Bahasa BASIC diciptakan oleh Professor John Kemeny dan Thomas Eugene Kurtz dari Perguruan Tinggi Dartmouth pada pertengahan tahun 1960-an (Deitel&Deitel, 1999).[2]Bahasa program tersebut tersusun mirip dengan bahasa Inggris yang biasa digunakan oleh para programer untuk menulis program-program komputer sederhana yang berfungsi sebagai pembelajaran bagi konsep dasar pemrograman komputer, Sejak saat itu, banyak versi BASIC yang dikembangkan untuk digunakan pada berbagai platform komputer.[2]Beberapa versinya seperti Microsoft QBASIC, QUICKBASIC, GWBASIC ,IBM BASICA, Apple BASIC dan lain-lain, Apple BASIC dikembangkan oleh Steve Wozniak, mantan karyawan Hewlett Packard dan teman dekat Steve Jobs (pendiri Apple Inc.).[2] Steve Jobs pernah bekerja dengan Wozniak sebelumnya (mereka membuat game arcade “Breakout” untuk Atari),Mereka mengumpulkan uang dan bersama-sama merakit PC, dan pada tanggal 1 April 1976 mereka secara resmi mendirikan perusahaan komputer Apple, Popularitas dan pemakaian BASIC yang luas dengan berbagai jenis komputer turut berperan dalam mengembangkan dan memperbaiki bahasa itu sendiri, dan akhirnya berujung pada lahirnya Visual Basic yang berbasis GUI (Graphic User Interface) bersamaan dengan Microsoft Windows, Pemrograman Visual Basic begitu mudah bagi pemula dan programer musiman karena ia menghemat waktu pemrograman dengan tersedianya komponen-komponen siap pakai.[2] Hingga akhirnya Visual Basic juga telah berkembang menjadi beberapa versi, sampai yang terbaru, yaitu Visual Basic 2008, Bagaimanapun juga Visual Basic 6.0 tetap menjadi versi yang paling populer karena mudah dalam membuat programnya dan ia tidak menghabiskan banyak Memori (komputer).[2] Sejarah BASIC di tangan Microsoft sebagai bahasa yang diinterpretasi (BASICA) dan juga bahasa yang dikompilasi (BASCOM) membuat Visual Basic diimplementasikan sebagai gabungan keduanya.[3] Programmer yang menggunakan Visual Basic bisa memilih kode bahasa pemrograman yang dikompilasi atau kode yang harus bahasa pemrograman yang diinterpretasikan sebagai hasil Porting dari kode VB.[3]Sayangnya, meskipun sudah terkompilasi jadi bahasa mesin, DLL bernama MSVBVMxx.DLL tetap dibutuhkan, Namun karakteristik bahasa terkompilasi tetap muncul (ia lebih cepat dari kalau kita pakai mode terinterpretasi).[3]
Label: artikel singkat
Sejarah Ruby
Ruby pertama kali dibuat oleh seorang programmer Jepang bernama Yukihiro Matsumoto. Pada tahun 1993 Yukihiro ingin membuat sebuah bahasa skripting yang memiliki kemampuan orientasi obyek. Pada saat itu pemrograman berorientasi obyek sedang berkembang tetapi belum ada bahasa pemrograman scripting yang mendukung pemrograman obyek.
Penulisan Ruby dimulai pada Februari 1993 dan pada Desember 1994 dirilis versi alpha dari Ruby. Pada awal perkembangan Ruby, Yukihiro menulis Ruby sendiri sampai pada tahun 1996 sudah terbentuk komunitas Ruby yang banyak mengontribusikan perkembangan Ruby.
Saat ini Ruby telah berkembang tidak hanya di Jepang, tetapi diseluruh dunia. Bulan Agustus tahun 2006, Macintosh telah melakukan kerja sama dengan mengintegrasikan Ruby on Rails pada Mac OS X v10.5 Leopard telah diluncurkan bulan Oktober 2007.
Label: artikel singkat
Sejarah Phyton
Python dikembangkan oleh Guido van Rossum pada tahun 1990 di CWI, Amsterdam sebagai kelanjutan dari bahasa pemrograman ABC. Versi terakhir yang dikeluarkan CWI adalah 1.2.
Tahun 1995, Guido pindah ke CNRI sambil terus melanjutkan pengembangan Python. Versi terakhir yang dikeluarkan adalah 1.6. Tahun 2000, Guido dan para pengembang inti Python pindah ke BeOpen.com yang merupakan sebuah perusahaan komersial dan membentuk BeOpen PythonLabs. Python 2.0 dikeluarkan oleh BeOpen. Setelah mengeluarkan Python 2.0, Guido dan beberapa anggota tim PythonLabs pindah ke DigitalCreations.
Saat ini pengembangan Python terus dilakukan oleh sekumpulan pemrogram yang dikoordinir Guido dan Python Software Foundation. Python Software Foundation adalah sebuah organisasi non-profit yang dibentuk sebagai pemegang hak cipta intelektual Python sejak versi 2.1 dan dengan demikian mencegah Python dimiliki oleh perusahaan komersial. Saat ini distribusi Python sudah mencapai versi 2.6.1 dan versi 3.0.
Nama Python dipilih oleh Guido sebagai nama bahasa ciptaannya karena kecintaan guido pada acara televisi Monty Python's Flying Circus. Oleh karena itu seringkali ungkapan-ungkapan khas dari acara tersebut seringkali muncul dalam korespondensi antar pengguna Python.
Label: artikel singkat
Akuntansi
Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis".[1] Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya - mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum.
Praktisi akuntansi dikenal sebagai akuntan. Akuntan bersertifikat resmi memiliki gelar tertentu yang berbeda di tiap negara. Contohnya adalah Chartered Accountant (FCA, CA or ACA), Chartered Certified Accountant (ACCA atau FCCA), Management Accountant (ACMA, FCMA atau AICWA), Certified Public Accountant (CPA), dan Certified General Accountant (CGA). Di Indonesia, akuntan publik yang bersertifikat disebut CPA Indonesia (sebelumnya: BAP atau Bersertifikat Akuntan Publik).
Daftar isi
[sembunyikan]
Label: artikel singkat
Zona perdagangan bebas
Sebuah zona perdagangan bebas atau zona pemrosesan ekspor adalah satu atau beberapa negara di mana bea dan kuota dihapuskan dan kebutuhan akan birokrasi direndahkan dalam rangka menarik perusahaan-perusahaan dengan menambahkan insentif untuk melakukan usaha di sana.
Kebanyakan zona-zona ini berada di dunia ketiga. Mereka adalah zona istimewa di mana beberapa halangan perdagangan normal seperti bea ekspor atau impor ditiadakan, birokrasi biasanya direndahkan, dan perusahaan yang didirikan di sana dapat diberikan diskon pajak ("tax break") sebagai insentif tambahan. Biasanya, zona-zona ini ditetapkan di bagian yang kurang berkembang di negara tersebut, karena diharpkan zona tersebut akan menarik para pengusaha dan mengurangi kemiskinan dan pengangguran dan stimulasi ekonomi di wilayah tersebut. Zona-zona ini seringkali digunakan oleh perusahaan multinasional untuk mendirikan pabrik-pabrik untuk memroduksi barang (seperti pakaian atau sepatu).
Label: artikel singkat
pro-kontra perdagangan bebas
Banyak ekonom yang berpendapat bahwa perdagangan bebas meningkatkan standar hidup melalui teori keuntungan komparatif dan ekonomi skala besar. Sebagian lain berpendapat bahwa perdagangan bebas memungkinkan negara maju untuk mengeksploitasi negara berkembang dan merusak industri lokal, dan juga membatasi standar kerja dan standar sosial. Sebaliknya pula, perdagangan bebas juga dianggap merugikan negara maju karena ia menyebabkan pekerjaan dari negara maju berpindah ke negara lain dan juga menimbulkan perlombaan serendah mungkin yang menyebabkan standar hidup dan keamanan yang lebih rendah. Perdagangan bebas dianggap mendorong negara-negara untuk bergantung satu sama lain, yang berarti memperkecil kemungkinan perang.
Label: artikel singkat
Perdagangan Bebas
Perdagangan bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu kepada Harmonized Commodity Description and Coding System (HS) dengan ketentuan dari World Customs Organization yang berpusat di Brussels, Belgium. penjualan produk antar negara tanpa pajak ekspor-impor atau hambatan perdagangan lainnya.
Perdagangan bebas dapat juga didefinisikan sebagai tidak adanya hambatan buatan (hambatan yang diterapkan pemerintah) dalam perdagangan antar individual-individual dan perusahaan-perusahaan yang berada di negara yang berbeda.
Perdagangan internasional sering dibatasi oleh berbagai pajak negara, biaya tambahan yang diterapkan pada barang ekspor impor, dan juga regulasi non tarif pada barang impor. Secara teori, semuha hambatan-hambatan inilah yang ditolak oleh perdagangan bebas. Namun dalam kenyataannya, perjanjian-perjanjian perdagangan yang didukung oleh penganut perdagangan bebas ini justru sebenarnya menciptakan hambatan baru kepada terciptanya pasar bebas. Perjanjian-perjanjian tersebut sering dikritik karena melindungi kepentingan perusahaan-perusahaan besar.
Label: artikel singkat
sunni
Ahl al-Sunnah wa al-Jama'ah atau Ahlus-Sunnah wal Jama'ah (Bahasa Arab: أهل السنة والجماعة) atau lebih sering disingkat Ahlul-Sunnah (bahasa Arab: أهل السنة) atau Sunni. Ahlussunnah adalah mereka yang senantiasa tegak di atas Islam berdasarkan Al Qur'an dan hadits yang shahih dengan pemahaman para sahabat, tabi'in, dan tabi'ut tabi'in. Sekitar 90% umat Muslim sedunia merupakan kaum Sunni, dan 10% menganut aliran Syi'ah.
Label: artikel singkat

